Kamis, 24 Januari 2013

Tajwid Dasar

Tajwiid Dasar

Definisi tajwiid:
Tajwiid adalah mengucapkan tiap-tiap huruf dari makhrajnya disertai dengan sifat-sifatnya.
Pembahasan ilmu tajwiid:
Yang dibahas dalam ilmu tajwiid adalah huruf-huruf hijayyah bahasa arab.
Tujuan mempelajari ilmu tajwiid:
Untuk membaca Alquran dengan benar.
Keutamaan ilmu tajwiid:
Ia adalah sebaik-baik ilmu dibandingkan ilmu-ilmu yang lain.
Hukum membaca Alquran dengan tajwiid:
Hukumnya adalah fardu bagi setiap yang membaca Alquran.

Makhraj

Makhraj adalah sebuah bagian tertentu di mulut yang mana huruf itu diucapkan melaluinya.
Huruf hijayyah yang keluar dari makhraj ada 29:

Sebenarnya makhraj itu terbagi 16, seperti keterangan sebagian qurro:
1. Keluar dari  rongga mulut, yaitu huruf alif, waw dan ya' mad.
2. Keluar dari pangkal tenggorokan, yaitu ha' dan hamzah.
3. Keluar dari tengah tenggorokan, yaitu ha' dan 'ain.
4. Keluar dari tenggorokan atas, yaitu kho' dan ghoin.
5. Keluar dari pangkal lidah bagian dalam (atas), yaitu huruf qof.
6. Keluar dari pangkal lidah bagian luar (bawah), yaitu huruf kaf.
7. Keluar dari lidah bagian tengah menyentuh langit2 mulut, yaitu jiim, syiin dan ya' mutaharrik dan ya' liin.
8. Keluar dari tepi lidah menempel pangkal (akar) gigi ggraham atas, yaitu huruf dhod.
9. Keluar dari ujung lidah menempel pangkal (akar)dua gigi seri atas, yaitu tho' dal dan ta'.
10. Keluar dari ujung lidah menempel ujung 2 gigi seri atas, yaitu zho', dzal dan tsa'.
11. Keluar dari ujung lidah menempel ujung 2 gigi seri bawah menyentuh 2 gigi seri atas, yaitu shod, siin dan za'.
12. Keluar dari ujung lidah menempel gusi 8 gigi atas, mulai dari gigi graham kecil kanan sampaigigi graham kecil kiri, yaitu huruf lam.
Gigi graham kecil itu gigi di samping gigi taring.
13. Keluar dari ujung lidah menempel gusi 6 gigi atas, mulai dari gigi taring kanan sampai gigi taring kiri, yaitu huruf nuun.
14. Keluar dari ujung serta punggung lidah menempel gusi 4 gigi seri atas, yaitu huruf ro'.
15. Keluar dari bibir bawah yang basah (bagian dalam) menempel ujung 2 gigi seri atas, yaitu huruf fa'.
16. Keluar dari 2 bibir, bagian yang basah (bagian dalam) huruf ba', bagian yang kering (bagian luar) huruf mim, bagian 2 pinggir serta bagian tengahnya terbuka huruf waw mutaharrik dan liin.

Huruf Yang Dibaca Tebal Dan Tipis

Huruf isti’la yang terkumpul dalam ucapan:
خُصَّ ضَغْطٍ قِظْ
Semuanya selalu dibaca tebal.
Dan huruf-huruf selainya disebut huruf istifal, semuanya selalu dibaca tipis, kecuali tiga huruf:
ا ,  ل dalam lafaz Allah, dan ر
Ketiganya kadang dibaca tebal kadang dibaca tipis.
*****

Kaedah Alif
Jika sebelum alif terdapat huruf yang tebal, maka alif akan dibaca tebal, jika sebelumnya terdapat huruf yang tipis, maka alif juga akan dibaca tipis.
Contoh: قَالَ خَابَ زَادَ فَازَ

Kaedah Lamnya Lafaz Allah
Jika sebelum lamnya lafaz  Allah terdapat huruf yang berfathah atau berdhommah, maka ia akan dibaca tebal, jika sebelumnya terdapat huruf yang berkasrah, maka ia akan dibaca tipis.
Contoh: مَعَ الَّهِl عَبْدُ اللّهَِ بِاللَّهِ لِلَّهِ.

Kaeda ro
Ro itu ada tiga macam:
1 – ro berharakat.
2 – ro bersukun sebelumnya berharakat.
3 – ro bersukun sebelumnya bersukun dan sebelumnya berharakat.
* Ro berharakat:
Jika harakatnya itu fathah atau dhommah, maka ro dibaca tebal, jika kasrah, maka ia dibaca tipis.
Contoh: رَبَّنا رُبَمَا رِجاَلٌ
* Ro bersukun sebelumnya berharakat:
Jika harakatnya itu fathah atau dhommah, maka ro dibaca tebal, jika kasrah maka ia dibaca tipis.
Contoh: يَرْجِعُونَ يُرْزَقُُونَ مِرْيَةٍ
Ro bersukun sebelumnya kasrah akan dibaca tipis dengan tiga syarat:
1 ) kasrah yang berada sebelum ro bersukun harus kasrah permanen bukan semi permanen, jika semi permanen maka ro dibaca tebal.
Contoh: إِنِ ارْتَبْتُمْ أَمِ ارْتَابُوا
2 ) kasrah yang berada sebelum ro bersukun harus berada dalam satu kata, bukan di lain kata, jika di lain kata maka ro dibaca tebal.
Contoh: رَبِّ ارْحَمْهُمَا
3 ) setelah ro bersukun tidak terdapat huruf isti’la dalam satu kata, jika terdapat dalam satu kata maka ro dibaca tebal.
Contoh: قِرْطاسٍ مِرْصَاداً إِرْصَاداً فِرْقَةٍ
* Ro bersukun sebelumnya bersukun dan sebelumnya berharakat:
Jika huruf bersukun yang berada sebelum ro bersukun itu bukan berupa huruf ya’ bersukun dan sebelumnya itu berharakat fathah atau dhommah, maka ro dibaca tebal, jika kasrah, maka ia dibaca tipis.
Contoh: وَالْفَجْرِ، خُسْرٍ، حِجْرٍ.
Dan jika sebelum ro bersukun berupa huruf ya’ bersukun, maka ro selalu dibaca tipis.
Contoh: خَيْرْ، خَبِيْرٌ.
Catatan: hukum ini terjadi ketika ro menjadi bersukun karena diwaqofkan.
* Ro bertasydid:
Ro bertasydid hukumnya sama seperti ro berharakat, ketika washol, jika berfathah atau berdhommah, maka dibaca tebal, jika berkasrah, maka dibaca tipis.
Contoh:  يُسِرُّونَ، سِرّاً دُرِّيٌّ
Begitu juga ketika waqof, jika sebelumn ro bertasydid berfathah dan berdhommah, maka ro dibaca tebal, jika berkasrah, maka ia dibaca tipis.
Contoh: مُسْتَقَرٌّ، مُسْتِمِرَ.

Hukum Miim Bersukun
Hukum miim bersukun ada tiga: idghom, ikhfa dan izhhar.
1 – Jika setelah miim bersukun terdapat miim, maka ia dibaca idghom disertai dengan ghunnah.
Contoh: أَمْ مَنْ، لَهُمْ مَا
Catatan: kadar lamanya ghunnah adalah satu alif.
2 – Jika setelah miim bersukun terdapat huruf ba’, maka ia dibaca ikhfa disertai dengan ghunnah.
Contoh: تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ
3 – Jika setelah miim bersukun terdapat salah satu huruf selain miim dan ba’, maka ia dibaca izhhar.
Contoh: الْحَمْدُ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ
Miim bertasydid dibaca berghunnah dengan kadar satu alif.
Contoh: عَمَّ يَسَّمَّعون

Hukum Nuun Bersukun Dan Tanwiin

Hukum nuun bersukun dan tanwiin ada empat: Izhhar, idghom, iqlab dan ikhfa.
1 – jika setelah nuun bersukun dan tanwiin terdapat salah satu dari huruf halqi, yaitu:
ء ه ع ح غ خ
Maka ia dibaca izhhar.
Contoh: مَنْ آمَنَ الأَنْهارُ يَنْحِتُونَ حُورٌ عِيِنٌ، مِنْ غِسْلينٍ فَسَيُنْغِضُونَ
2 – Jika setelah nuun bersukun dan tanwiin terdapat salah satu dari huruf  يرملون  , maka ia dibaca idghom.
Jika huruf  ل dan  ر , maka idghomnya tidak disertai dengan ghunnah.
Contoh: مِنْ رَبِّهِمْ مِنْ لَدُنْهُ
Jika huruf  يومن  , maka idghomnya disertai dengan ghunnah.
Contoh: عَنْ مَنْ يَشَاءُ، مِنْ واقٍ، أَنْ نَقُولَ
3 – Jika setelah nuun bersukun dan tanwiin terdapat huruf ba’, maka ia dibaca iqlab disertai dengan ghunnah.
Contoh: أَنْبَأَهُمْ مِنْ بَعْدُ
4 – Jika setelah nuun bersukun dan tanwiin terdapat salah satu dari huruf selain huruf halqi, يرملون  dan ba’, maka ia dibaca ikhfa disertai dengan ghunnah.
Contoh: مِنْ تَحْتِهَا أُنْثَى ...
Nuun bertasydid dibaca berghunnah dengan kadar satu alif.
Contoh: إِنَّ آمَنّا


Mad

Mad adalah pemanjangan suara yang terdapat pada huruf mad dan huruf liin.
Huruf mad ada tiga: alif, waw bersukun sebelumnya berdhommah, dan ya’ bersukun sebelumnya berkasrah.
Contoh: نُوحِيها
Huruf liin ada dua: waw dan ya’ bersukun sebelumnya berfathah.
Contoh: خَوْف صَيْف

* Mad:
Mad terbagi dua, mad asli dan mad far’i.


Mad asli adalah huruf mad yang setelahnya tidak terdapat hamzah dan sukun.
Mad far’I adalah huruf mad yang setelahnya terdapat hamzah atau sukun.
Mad far’I terbagi empat: mad muttashil, mad munfashil, mad ‘aridh waqfi dan mad lazim.
Mad muttashil adalah huruf mad yang setelahnya terdapat hamzah dalam satu kata.
Contoh: جاءَ جِيءَ سُوءَ
Mad munfashil adalah huruf mad yang setelahnya terdapat hamzah di lain kata.
Contoh: ما أُنْزِلَ قالوا آمََنَّا فِي أَنْفُسِكُمْ
Kadar panjang mad muttashil dan mad munfashil adalah dua/dua setengah/empat alif.
Mad aridh waqfi adalah huruf mad yang setelahnya terdapat sukun semi permanen.
Contoh: تُكذِّبانْ، تَعْلَمُونْ، نَسْتَعِينْ
Kadar panjang mad aridh waqfi adalah thuul, tawassuth dan qoshr, namunn yang utama adalah thuul, lalu tawassuth, kemudian qoshr.
Kadar thuul adalah tiga/lima alif.
Kadar tawassuth adalah dua/tiga alif.
Kadar qoshr adalah hanya satu alif.
Mad lazim adalah huruf mad yang setelahnya terdapat sukun permanen.
Mad lazim terbagi empat:
Mad lazim kilmi mutsaqqol, mad lazim kilmi mukhoffaf, mad lazim harfi mutsaqqol, dan mad lazim harfi mukhoffaf.

Mad lazim kilmi mutsaqqol adalah huruf mad yang setelahnya terdapat huruf bertasydid dalam satu kata.
Contoh: وَلا الضَالِّينَ تُحَاجُّونِّي
Mad lazim kilmi mukhoffaf adalah huruf mad yang setelahnya terdapat huruf bersukun dalam satu kata.
Contoh: آلْآنَ
Mad lazim harfi mutsaqqol adalah huruf mad yang berada pada huruf muqottho’aat yang setelahnya terdapat huruf bertasydid.
Contoh: الم المر
Catatan: huruf muqottho’at adalah huruf yang berada di beberapa permulaan surah dalam Alquran yang tidak ada yang tahu maknanya kecuali Allah.
Mad lazim harfi mukhoffaf adalah huruf mad yang berada pada huruf muqottho’at yang setelahnya terdapat huruf bersukun.
Contoh: كهيعص حم ن ق ص
Kadar mad lazim hanyalah thuul.

* Mad liin:
Mad liin adalah huruf liin yang setelahnya terdapat huruf bersukun.
Mad liin terbagi dua: mad liin lazim dan mad liin aridh.
Mad liin lazim adalah huruf liin yang setelahnya terdapat sukun permanen.
Contoh ع  dalam surah Maryam dan surah Syuura: كهيعص حم عسق
Mad liin aridh adalah huruf liin yang setelahnya terdapat sukun semi permanen.
Contoh: خَوْفْ صَيْفْ
Kadar mad liin lazim dan mad liin aridh adalah thuul, tawassuth dan qoshr, namun dalam mad liin lazim yang utama adalah thuul, lalu tawassuth, kemudian qoshr, dan dalam mad liin aridh adalah kebalikannya.
Catatan: mad liin lazim dibaca qoshr adalah riwayat yang dho’if.
Hafidzurrahman

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.